Dinna Wisnu, Ph.D

 

Nama: Dinna Wisnu, Ph.D

Program Studi: Pascasarjana Bidang Diplomasi (Paramadina Graduate School of Diplomacy)

Interest: International Political Economy, Development, Welfare and Social (In)Security, Diplomacy

Email: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Research (Terbaru):

 

 

Publications:

 

 

Lain2:

Dinna menyelesaikan program doktoral di bidang ilmu Politik dari The Ohio State University, Amerika Serikat.  Dinna menjadi orang Indonesia yang merintis dibukanya Program Studi Pascasarjana bidang Diplomasi (Paramadina Graduate School of Diplomacy) dan secara aktif mengembangkan sentra pengembangan studi dan kebijakan diplomasi bagi Indonesia.

Dinna aktif mengajar di Universitas Paramadina dan sejumlah Universitas di luar negeri, serta kerap diundang untuk menguji di Pusdiklat Kementerian Luar Negeri RI dan beberapa universitas lainnya di Indonesia. Dinna tertarik pada isu-isu ekonomi, luar negeri, kebijakan publik dan kesejahteraan sosial. Ia adalah konsultan dan peneliti untuk beberapa proyek internasional seperti hasil kerjasama dengan CSIS, KADIN, Kementrian Luar Negeri, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Bappenas, ILO, Bank Dunia, Kedutaan besar negara sahabat dan CBS School Of Communications.  Ia aktif menulis. Pemikirannya sudah diterbitkan dalam berbagai bentuk di luar negeri seperti di Amerika Serikat dan Korea Selatan.  Disertasinya yang berjudul “Governing Social Security: Economic Crisis dan Reform in Indonesia, Philippines and Singapaore” telah membuahkan banyak tulisan, termasuk yang meraih penghargaan terbaik dari Princeton Institute for International and Regional Studies Graduate Student Conference di tahun 2006.  Bukunya berjudul “Politik Sistem Jaminan Sosial: Menciptakan Rasa Aman Dalam Ekonomi Pasar” yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama (2012) mendulang respon positif dari para pengambil kebijakan di tanah air.

Karena karya-karyanya, Dinna bahkan dianugerahi keanggotaan khusus di Korea Political Science Association dan menjadi satu-satunya orang Indonesia yang menyandang keanggotaan di lembaga tempat berkumpulnya para pakar ilmu politik di Korea Selatan. Ia juga diserahkan mengisi kolom “Analisis” untuk topic politik ekonomi internasional setiap hari Rabu di halaman pertama Koran Harian Seputar Indonesia dan diminta rutin mengisi kolom opini di The Jakarta Post. Ia rutin menjadi narasumber di sejumlah stasiun radio seperti ElShinta, SMART FM, dan VOA dan stasiun TV.

Bersama sejumlah mitra, ia juga aktif memfasilitasi beberapa pelatihan komunikasi internasional/lintas budaya di beberapa korporasi Indonesia seperti bank dan perusahaan penerbangan. Sebagai pemimpin ia merancang program dan membangun jejaring dengan korporasi dan publik di dalam dan luar negeri.