Kuliah Tamu: Mata kuliah Studi Perdamaian Bersama Desy Ayu Pirmasari

 

 

Penyerahan Sertifikat oleh Ketua Program Studi Hubungan Internasiona Emil Radhiansyah, M.Si (Kanan) kepada Desy ayu Pirmasari dari blommberg Tv Indonesia (Kiri)i

 

Desy Ayu merupakan lulusan Master dari Conflict Resolution and Peace Studies, Faculty of Arts and Social Sciences, Lancaster University, Inggris, beasiswa dari Chavening. Selain itu, Desy Ayu merupakan jurnalis di Blommberg TV Indonesia. Yang sebelumnya merupakan jurnalis program Zona Merah TV One yang telah melakukan peliputan konflik di Libya, Tunisia, Mesir, Srilanka, Thailand dan Filipina.

Desy Ayu menyampaikan materi mengenai Arab Uprising, jurnalisme damai VS jurnalisme perang dan Responsibility to Protect (R2P). Dalam paparannya, Desy mengemukakan runtutan kejadian Arab Uprising yang diawali di Tunisia yang berasal dari Revolusi Jasmin. Konflik tersebut kemudian menyebar ke Mesir, Libya. Selain itu, konflik Libya dengan terjadinya NATO yang melakukan intervensi militer dan penjelasan mengenai ‘no fly zone’. Penjelasan mekanisme R2P dimana negara, komunitas internasional seharusnya melakukan melakukan tanggung jawab terkait kemanusiaan di negara konflik. PBB melakukannya intervensi kemanusiaan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB.

Dalam konflik, media berperan sangat penting. Untuk idealnya, media menerapkan jurnalisme damai dibandingkan jurnalisme perang untuk mendorong upaya perdamaian. Jurnalisme damai lebih fokus kepada kemanusiaan yang meminimkan pemberitaan dengan kata-kata negatif. Jurnalisme damai dipandang dari sudut pandang masayarakat sipil. Sementara jurnalisme perang terfokus pada perang dan kekerasan. Sementara jurnalisme perang dipandang dari elit politik. Maka, bagi media penggunaan kalimat menjadi penting. Penggunaan kalimat yang netral disarankan untuk upaya perdamaian. Hal ini penting karena media memiliki kekuatan untuk menyebarkan informasi yang berdampak pada penggiringan informasi.

Kuliah tamu diawali dengan pembawa acara Dega Redira dan penyambutan dari Kaprodi HI Universitas Paramadina. Acara diskusi pun berlangsung dimana para mahasiswa bertanya pengalaman Desy meliput di Negara konflik hingga bertanya terkait materi R2P dan jurnalisme damai. Acara kuliah tamu ditutup dan mahasiswa diminta untuk membuat laporan catatan kuliah tamu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kebersamaan Mahasiswa Studi Perdamaian Bersama Desy ayu Pirmasari (Bawah, Kesembilan dari Kiri) dan Dosen Mata Kuliah Studi Perdamaian Ica Wulansari, M.Si (Bawah, Kedelapan dari Kiri)