b-hi.jpg
Profil Prodi HI Studi Hubungan Internasional (HI) adalah
foto_parmad.jpg
  Kurikulum dan Metode Perkuliahan Program Studi Hubungan
tim-hi.jpg
Nama dan Asal Perguruan Tinggi Para Pengajar: Ahmad Khoirul

Lulusan terbaik Universitas Paramadina dari Program Studi Hubungan Internasiona

  • PDF

Biru Nitis Anjanie, S.Sos, (Lulusan Terbaik Program Studi Hubungan Internasional) Bersama Kedua Orangtua saat Acara Wisuda April 2015


Pada 25 April 2015 Universitas Paramadina melaksanakan Wisuda terhadap mahasiswa yang telah menempuh jenjang pendidikan sarjana dan Pasca Sarjana, serta dinyatakan lulus dari program studinya masing-masing yang antara lain Program Studi Ilmu Komunikasi, Program Studi Hubungan Internasional, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Program Studi Desain Produk Industri, Program Studi Psikologi, Program Studi Manajemen dan Bisnis, Program Studi Teknik Informatika serta Paramadina Graduated School of Diplomacy, Paramadina Graduated School of Business, Paramadina Graduated School of Communication. Terdapat total 152 wisudawan yang berhak menyandang Gelar Sarjana dan Master.

Pada kesempatan tersebut Biru Nitis Anjani, S.Sos dinyatakan sebagai wisudawan lulusan terbaik Universitas Paramadina. Terdapat beberapa kriteria yang ditetapkan oleh Universitas dalam menyatakan lulusan terbaik universitas antara lain capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), lama studi, Capaian Poin dual transkrip, capaian prestasi diluar akademik serta keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi di dalam maupun di luar kampus.

Selamat untuk Biru Nitis Anjani, S.Sos., semoga sukses selalu dan berkontribusi positif bagi Almamater, Keluarga, dan Negara.

 

Yudisium Program Studi Hubungan Internasional

  • PDF

 

Ketua Program Studi Hubungan Internasional, Emil Radhiansyah, M.Si (tengah) Bersama Biru Nitis Anjanie (Kiri) dan Amanda Hilllary Husain (kanan) dalam acara Yudisium Program Studi Hubungan Internasional

Pada semester Gasal 2014/2015 Program Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina meluluskan 49 mahasiswa. Mereka dinyatakan berhak untuk menyandang Gelar Sarjana Sosial (S.Sos.) pada bidang ilmu Hubungan Internasional berdasarkan SK-009/FFP/UPM/IV/15 melalui Yudisium Program Studi Hubungan Internasional. Pada acara tersebut Biru Nitis Anjani dinyatakan sebagai Lulusan terbaik Program Studi Hubungan Internasional dengan IPK 3.84 dan Amanda Hillary Husain sebagai mahasiswa dengan nilai skripsi terbaik. Seluruh lulusan tersebut diwisuda secara resmi sebagai alumni Universitas Paramadina pada 25 April 2015.

Selamat & semoga sukses selalu untuk alumni Program Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina!

Lulusan Prodi HI April 2015 bersama dengan Dosen-Dosen Prodi HI

 

 

Kuliah Tamu: Mata kuliah Studi Perdamaian Bersama Desy Ayu Pirmasari

  • PDF

 

 

Penyerahan Sertifikat oleh Ketua Program Studi Hubungan Internasiona Emil Radhiansyah, M.Si (Kanan) kepada Desy ayu Pirmasari dari blommberg Tv Indonesia (Kiri)i

 

Desy Ayu merupakan lulusan Master dari Conflict Resolution and Peace Studies, Faculty of Arts and Social Sciences, Lancaster University, Inggris, beasiswa dari Chavening. Selain itu, Desy Ayu merupakan jurnalis di Blommberg TV Indonesia. Yang sebelumnya merupakan jurnalis program Zona Merah TV One yang telah melakukan peliputan konflik di Libya, Tunisia, Mesir, Srilanka, Thailand dan Filipina.

Desy Ayu menyampaikan materi mengenai Arab Uprising, jurnalisme damai VS jurnalisme perang dan Responsibility to Protect (R2P). Dalam paparannya, Desy mengemukakan runtutan kejadian Arab Uprising yang diawali di Tunisia yang berasal dari Revolusi Jasmin. Konflik tersebut kemudian menyebar ke Mesir, Libya. Selain itu, konflik Libya dengan terjadinya NATO yang melakukan intervensi militer dan penjelasan mengenai ‘no fly zone’. Penjelasan mekanisme R2P dimana negara, komunitas internasional seharusnya melakukan melakukan tanggung jawab terkait kemanusiaan di negara konflik. PBB melakukannya intervensi kemanusiaan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB.

Dalam konflik, media berperan sangat penting. Untuk idealnya, media menerapkan jurnalisme damai dibandingkan jurnalisme perang untuk mendorong upaya perdamaian. Jurnalisme damai lebih fokus kepada kemanusiaan yang meminimkan pemberitaan dengan kata-kata negatif. Jurnalisme damai dipandang dari sudut pandang masayarakat sipil. Sementara jurnalisme perang terfokus pada perang dan kekerasan. Sementara jurnalisme perang dipandang dari elit politik. Maka, bagi media penggunaan kalimat menjadi penting. Penggunaan kalimat yang netral disarankan untuk upaya perdamaian. Hal ini penting karena media memiliki kekuatan untuk menyebarkan informasi yang berdampak pada penggiringan informasi.

Kuliah tamu diawali dengan pembawa acara Dega Redira dan penyambutan dari Kaprodi HI Universitas Paramadina. Acara diskusi pun berlangsung dimana para mahasiswa bertanya pengalaman Desy meliput di Negara konflik hingga bertanya terkait materi R2P dan jurnalisme damai. Acara kuliah tamu ditutup dan mahasiswa diminta untuk membuat laporan catatan kuliah tamu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kebersamaan Mahasiswa Studi Perdamaian Bersama Desy ayu Pirmasari (Bawah, Kesembilan dari Kiri) dan Dosen Mata Kuliah Studi Perdamaian Ica Wulansari, M.Si (Bawah, Kedelapan dari Kiri)

 

University Scholars Leadership Symposium (Hongkong, August 1 to 7, 2015)

  • PDF

Warm greetings !

Humanitarian Affairs UK, cordially invite 7 Promising Student Leaders from Paramadina University in Indonesia to attend the 6th University Scholars Leadership Symposium to be held in Hong Kong, from August 1 to 7, 2015.

The Symposium aims to draw the attention of young people around the world, to take a proactive action and contribute to the achievement of a sustainable future, aligning with the Millennium Development Goals. It aims to provide Young Leaders with a sense of self confidence and leadership; strengths which are crucial in today’s global workforce.

UNESCO, Assistant Director-General for Education, Dr. Qian Tang, Prime Minister of Malaysia Dato' Sri Najib and H.E.Samdech Hun Sen, the Prime Minister of the Kingdom of Cambodia are among some of the public figures who have rendered their support for the Symposium.

Enrich, Educate, Enlighten - the theme of the Hong Kong Symposium 2015 - will include training sessions on personal development, communication and professional performance by world renowned speakers, all of whom have applied their skills and knowledge in the humanitarian field. The USLS will bring together 1,000 Young Leaders from over 45 countries, providing opportunities for networking, while expanding intellectual and cultural horizons.

Humanitarian Affairs believes in the holistic development of global-minded and forward thinking leaders. Encountering different cultures and providing aid to those suffering facilitates both intellectual and emotional development. Most importantly, this process helps to bring education, relief and warmth to communities in need.

Here is the online brochure : 6th USLS Brochure .Alternatively, you can visit the United Nations, Office for the Co-ordination of Humanitarian Affairs website at : UN-OCHA for information.

http://issuu.com/humanitarianaffairs/docs/6th_usls_brochure? utm_source=conversion_success&utm_campaign=Transactional&utm_medium=email

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Positive SSL