b-hi.jpg
Profil Prodi HI Studi Hubungan Internasional (HI) adalah
foto_parmad.jpg
  Kurikulum dan Metode Perkuliahan Program Studi Hubungan
tim-hi.jpg
Nama dan Asal Perguruan Tinggi Para Pengajar: Ahmad Khoirul

Delegasi Hubungan Internasional Ikuti International Humanitarian Law English Debate Competition

  • PDF

International Humanitarian Law English Debate Competition merupakan kompetisi debat hukum humanitarian internasional berbahasa Inggris khusus untuk mahasiswa jurusan Hubungan Internasional se-Indonesia. Kompetisi ini diadakan setiap tahun sekali oleh International Committee on Red Cross (ICRC) bekerja sama dengan salah satu universitas penyelenggara. Tahun 2013, IHL Debate Competition diselenggarakan di Universitas Udayana bertepatan dengan 150 tahun berdirinya ICRC.

Tahun 2013 ini untuk pertama kalinya Universitas Paramadina mendapat undangan dari ICRC untuk mengikuti kompetisi debat yang dilaksanakan tanggal 3-5 Mei 2013 di Universitas Udayana, Bali. Sebagai tindak lanjut dari undangan tersebut, Retno Dewati (HI 2012), Aditya Noer Cakranegara (HI 2011) dan Niken Anjan Wulan (HI 2010) berangkat ke Bali untuk mewakili prodi Hubungan Internasional Universitas Parmadina dengan didampingi oleh seorang dosen Hubungan Internasional Tatok Djoko Sudiarto, MIB yang juga bertindakan sebagai Adjudicator dalam kompetisi tersebut.

 

 

Lomba debat IHL ini menggunakan sistem Austral Parliamentary System, dimana setiap speaker mendapat kesempatan berbicara selama 8 menit tanpa Point Of Information (POI) dan setiap reply speaker mendapat kesempatan bicara 4 menit. Sistem Austral Parliamentary System ini memberlakukan 4 round sebagai babak preliminary round. Dalam 4 round tersebut delegasi Universitas Paramadina meraih 3 Victory Point dengan mengalahkan Universitas Diponegoro, Swing Team (SMA 1 Denpasar), dan Universitas Budi Luhur dan kalah dari Universitas Gadjah Mada di Round pertama. Dengan modal 3 Victory Point tersebut Tim Paramadina masuk babak semifinal urutan ke 3 setelah UGM dan Universitas Udayana, sedangkan Universitas Brawijaya menduduki peringkat 4 tepat dibawah Universitas Paramadina. Hasil akhir kompetisi ini adalah Universitas Gadjah Mada sebagai champion, universitas brawijaya sebagai runner up, dan Universitas Paramadina dan Universitas Udayana sebagai seond runner up.


Meskipun untuk pertama kalinya mengikuti lomba debat IHL tersebut, tetapi Tim Delegasi Paramadina telah berhasil menunjukkan kualitasnya dengan langsung menembus babak semifinal dan menjadi second runner up.

 

Kuliah Umum tentang Diplomasi Lingkungan Inggris

  • PDF

 

 

Pada hari Selasa, 16 April 2013 di Aula Nurcholis Madjid Universitas Paramadina, Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) mengadakan kuliah umum dengan pembicara Mr. Stuart Bruce, Climate Politics Adviser, UK Climate Change Unit, British Embassy.

Kuliah umum dihadiri lebih dari 70 mahasiswa, khususnya dari kelas Praktek Diplomasi yang diampu oleh Adinda Tenriangke Muchtar, MIS dan Grace Hutasoit, MIR, serta kelas Proposal Skripsi yang diampu oleh Emil Radhiansyah, M.Si. Tema utama yang diangkat dalam kuliah umum tersebut adalah tentang diplomasi lingkungan yang dilakukan oleh Inggris. Tema ini diangkat sesuai dengan tema diplomasi lingkungan yang akan digunakan dalam Short Diplomatic Course pada 1-2 Mei 2013 mendatang.

Dalam presentasinya, Stuart menjelaskan tentang pentingnya masalah lingkungan, khususnya komitmen dan kesepakatan global untuk menanggulangi permasalahan perubahan iklim. Stuart memulai presentasinya dengan mengaitkan konsep kebahagiaan dengan kualitas hidup yang lebih baik serta pentingnya mendesak pemerintah untuk menyediakan jasa lingkungan yang lebih baik untuk warganya. Secara menarik, Stuart juga mengulas tentang bantuan yang diberikan Inggris untuk membantu Indonesia dalam rangka mengurangi emisi hingga 26% pada tahun 2020, baik melalui pinjaman maupun bantuan teknis.

Lebih jauh, Inggris juga melakukan koordinasi dengan negara-negara donor lain, seperti Perancis dan Norwegia; ataupun entitas seperti Uni Eropa. Inggris juga bekerja sama dengan donor seperti The Asia Foundation; maupun pemerintah daerah seperti lewat Bappeda Papua. Komitmen dan kerjasama untuk menanggulangi permasalahan perubahan iklim dilakukan baik lewat skema bilateral maupun multilateral.

Skema multilateral dinilai efektif untuk menanggulangi permasalahan perubahan iklim yang merupakan masalah global (bukan hanya negara maju dan berkembang, perusahaan asing maupun lokal, namun masalah bersama) terutama lewat komitmen dan kesepakatan bersama. Secara langsung maupun tidak langsung, image negara yang terlibat dalam komitmen multilateral juga diuji melalui skema ini. Skema ini dianggap efektif untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan yang memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan hidup, termasuk dalam perdagangan internasional, dimana misalnya mekanisme perdagangan yang ada mensyaratkan bahwa komoditas yang diperjualbelikan berasal dari sumber yang berkelanjutan.

Dalam sesi tanya jawab, Stuart juga menjelaskan tantangan dalam mencapai tujuan bersama untuk menanggulangi permasalahan perubahan iklim, khususnya karena posisi negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan Jepang yang tidak mendukung Protokol Kyoto. Dalam hal ini, Inggris tetap berkomitmen untuk mendorong pentingnya upaya bersama untuk menanggulangi perubahan iklim dengan mengkomunikasikan hal ini dengan negara-negara tersebut. Selain itu, penting pula untuk mempertimbangkan aspek transfer teknologi baik melalui bantuan teknis atau melalui model pinjaman.

Ada investasi mahal yang harus dibayar berlipat-lipat jika upaya bersama untuk menanggulangi perubahan iklim ditunda-tunda. Setiap negara dan segenap masyarakat berkepentingan secara bersama-sama untuk menanggulangi permasalahan perubahan iklim. Perlu perubahan perspektif dalam melihat masalah lingkungan hidup sebagai masalah global yang membutuhkan komitmen bersama untuk menanggulanginya.

Masalah lingkungan hidup, disebutkan oleh Stuart, bukan hanya masalah di satu aspek, namun juga banyak aspek termasuk politik dan ekonomi. Hal ini pula yang membuat pentingnya koordinasi dan komunikasi yang jelas antar lembaga/kementerian/departemen terkait, serta sinergi dalam penanggulangannya.

Dalam konteks bilateral, Stuart juga menyebutkan tantangan koordinasi dengan departemen yang berbeda, serta peraturan yang tumpang tindih, atau bahkan tidak terkait satu sama lain dalam upaya kerjasama untuk penanggulangan perubahan iklim. Di sisi lain, Stuart juga mengapresiasi upaya sinergi dari Pemerintah Indonesia lewat adanya payung koordinasi masalah perubahan iklim, yaitu Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI).

 

Tatok Djoko Sudiarto

  • PDF

 

Tatok Djoko Sudiarto, Drs., MIB, Ph.D(candidate)

Email     This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Education background:

  • PhD Candidate in Islamic Economic and Finance – Trisakti University –    (2009 – present)
  • University of Wollongong, NSW Australia, Magister of International Business – majoring in International Economic Relation (1998 - 1999)
  • Universitas Brawijaya Malang, Bachelor in Public Administration (1987 - 1991)
  • Trainings/Courses/Seminars:
  • Reaseach Forum of Islamic Banking III (Central Bank of Indonesia), January 2012, Bandung
  • Islamic Economic Outlook, Airlangga University, Desember 24, Surabaya
  • Reaseach Forum of Islamic Banking III (Central Bank of Indonesia), September 2011, Medan
  • Indonesia Economy in The New Era, Bank Indonesia, Jakarta 17-18 Feb 2010
  • Waqf and Epistemology, UKM, Malaysia, 5-7 January 2010
  • The Capacity Building Training by RMIT,  Bandung, 21 – 23 March 2007
  • MNC and Industrialization (Universitas Paramadina), Jakarta, 16 May 2007
  • Industrialization in Indonesia (Universitas Indonesia), Jakarta, 26 April 2007
  • Trade & Globalization (Universitas Paramadina), Jakarta, March 2007
  • Seminar Economic Diplomacy (Univesitas Paramadina), Jakarta, Oktober 2006

Publications/paper

  • Filfasat politik dalam membentuk paradigma di dalam proses pengambilan kebijakan politik luar negeri.
  • Early warning system (Existing of Learning Process (Ѳ) in signaling of economic crisis)
  • Sustainability Accounting sebagai salah satu alternative perlindungan lingkungan dan generasi masa depan.
  • Role of Islamic Capital Market in the Economic Development
  • Islamic Banking, Institutional Network & Micro Enterprices Islamic Microfinance to Micro Enterprices (A study based on Institutional Network Approach)
  • Analisa Kompilasi Hukum Ekonomi Syari’ah (Peraturan MA RI No. 02 Tahun 2008) Dari Perspektif Lembaga Keuangan Syari’ah, Konsumen dan Stakeholder.
  • Human resources issues for non managerial employees
  • Compare and contrast the relative economic performance of south korea and Taiwan over the last decade. What are the major factors behind their performance in this period
  • Australian Fresh Fruit Industry
  • Kebijakan Proteksionis United Kingdom
  • Peran APEC dalam Perdagangan Bebas di Asia Pacific : Apakah Krisis Asia mempengaruhi Agenda APEC
  • Evaluation the role of WTO rules on agricultural on Asia Pacific economic development

Organisations Experiences

  • IAEI (The Indonesian Association of Islamic Economist)
  • Sub Warden, University of Wollongong 1999
  • Student Association Commitee, University of Wollongong, 1998
  • Education and Reseach Commitee, Australian Indonesia Student Committe Sub University of Wollongong, 1998
  • Committee of Moslem Association Wollongong University, 1999
  • Chairman of Student Senate, Brawijaya University Malang 1990-1991
  • Chairman of Commisariate Islamic Student (HMI) Brawijaya University Malang 1990-1991
  • Chairman of Student Representative, Science of Administration Faculty, Brawijaya University 1989-1991
  • Chairman of Reseach Section, Senate Science of Administration Faculty, Brawijaya University, 1988-1989
  • Chairman of Study Circle, Senate Science of Administration Faculty, Brawijaya University, 1988-1989

 

Dinna Wisnu, Ph.D

  • PDF

 

Nama: Dinna Wisnu, Ph.D

Program Studi: Pascasarjana Bidang Diplomasi (Paramadina Graduate School of Diplomacy)

Interest: International Political Economy, Development, Welfare and Social (In)Security, Diplomacy

Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Research (Terbaru):

 

  • Economic Growth for Everyone: Rooms to Maneuver Amid Economic Crisis
  • The Future of Green Economy in Indonesia: case study palm oil plantations

 

Publications:

 

  • Buku Politik Sistem Jaminan Sosial: Menciptakan Rasa Aman Dalam Ekonomi Pasar (PT Gramedia Pustaka Utama, 2012)
  • Buku Public Speaking for Teachers, by Charles Bonar Sirait and friends (PT Grasindo dan PT Gramedia Pustaka Utama, 2012)
  • Jurnal yang diterbitkan dalam bahasa Korea “Politics of Welfare Reform”, Asia Journal Vol. 4/2012.
  • Jurnal “Can Indonesia Use Its Economic Performacne as Asset for Diplomacy?”, artikel utama dalam Jurnal Diplomasi Vol 2 No. 2, 2010 (Jurnal terbitan Kementerian Luar Negeri RI)
  • Roadmap of Healthcare Sector Reform (CSIS, 2009) – disampaikan kepada Menteri Kesehatan dan Kantor Presiden RI menjelang pembentukan kabinet 2009.
  • Research on the Political Side of Healthcare Reform in Indonesia (Perkumpulan Prakarsa and The Asia Foundation, December 2008 – February 2009).
  • Book chapter “Dinamika Pengelolaan Ekonomi Indonesia (The Dynamics of Indonesia’s Economic Management”. In Dari Columbus Untuk Indonesia: Tribute for R William Liddle (Freedom Institute: 2008).
  • ”Sistem Jaminan Sosial Indonesia: Tunjangan Untuk Siapa?” (Indonesian Social Security System: Security for Who?”). Journal of Labor Research SEDANE 4 (2), 2008.
  • ”Sistem Jaminan Sosial Indonesia: Mengapa Alot?” (Indonesian Social Security System: Why so Tough?”). Kajian (Journal for Indonesia’s National Parliament) – September 2008.
  • Book chapter “Risks and Social Protection in Indonesia, the Philippines and Singapore”. 2006. In Bridging Disciplines, Spanning the World: Approaches to Inequality, Identity and Institutions, edited by Riedl, Aksartova, Mitchell. Foreword by Prof. Charles Tilly. Princeton, New Jersey: Princeton Institute for International and Regional Studies. This article won the best article in Princeton Graduate Student Conference 2006.
  • Pocket Book: One Step of Social Security Reform in Indonesia. 2006. Friedrich Ebert Stiftung, Jakarta. The publication is in two languages: Indonesian and English.
  • “Tantangan Politis Perdagangan Bebas Asia untuk Indonesia” (The Political Challenge of Asian Free Trade for Indonesia). Kajian (Journal for Indonesia’s National Parliament) 9 (4), December 2004: 53-69.
  • “Why Does Indonesia Have What it Has? A Preliminary Assessment on the Politics of Social Security Provision in Indonesia”. Kajian 8 (4), December 2003: 211-235.

 

Lain2:

Dinna menyelesaikan program doktoral di bidang ilmu Politik dari The Ohio State University, Amerika Serikat.  Dinna menjadi orang Indonesia yang merintis dibukanya Program Studi Pascasarjana bidang Diplomasi (Paramadina Graduate School of Diplomacy) dan secara aktif mengembangkan sentra pengembangan studi dan kebijakan diplomasi bagi Indonesia.

Dinna aktif mengajar di Universitas Paramadina dan sejumlah Universitas di luar negeri, serta kerap diundang untuk menguji di Pusdiklat Kementerian Luar Negeri RI dan beberapa universitas lainnya di Indonesia. Dinna tertarik pada isu-isu ekonomi, luar negeri, kebijakan publik dan kesejahteraan sosial. Ia adalah konsultan dan peneliti untuk beberapa proyek internasional seperti hasil kerjasama dengan CSIS, KADIN, Kementrian Luar Negeri, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Bappenas, ILO, Bank Dunia, Kedutaan besar negara sahabat dan CBS School Of Communications.  Ia aktif menulis. Pemikirannya sudah diterbitkan dalam berbagai bentuk di luar negeri seperti di Amerika Serikat dan Korea Selatan.  Disertasinya yang berjudul “Governing Social Security: Economic Crisis dan Reform in Indonesia, Philippines and Singapaore” telah membuahkan banyak tulisan, termasuk yang meraih penghargaan terbaik dari Princeton Institute for International and Regional Studies Graduate Student Conference di tahun 2006.  Bukunya berjudul “Politik Sistem Jaminan Sosial: Menciptakan Rasa Aman Dalam Ekonomi Pasar” yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama (2012) mendulang respon positif dari para pengambil kebijakan di tanah air.

Karena karya-karyanya, Dinna bahkan dianugerahi keanggotaan khusus di Korea Political Science Association dan menjadi satu-satunya orang Indonesia yang menyandang keanggotaan di lembaga tempat berkumpulnya para pakar ilmu politik di Korea Selatan. Ia juga diserahkan mengisi kolom “Analisis” untuk topic politik ekonomi internasional setiap hari Rabu di halaman pertama Koran Harian Seputar Indonesia dan diminta rutin mengisi kolom opini di The Jakarta Post. Ia rutin menjadi narasumber di sejumlah stasiun radio seperti ElShinta, SMART FM, dan VOA dan stasiun TV.

Bersama sejumlah mitra, ia juga aktif memfasilitasi beberapa pelatihan komunikasi internasional/lintas budaya di beberapa korporasi Indonesia seperti bank dan perusahaan penerbangan. Sebagai pemimpin ia merancang program dan membangun jejaring dengan korporasi dan publik di dalam dan luar negeri.

 

Page 7 of 21

Positive SSL