b-hi.jpg
Profil Prodi HI Studi Hubungan Internasional (HI) adalah
foto_parmad.jpg
  Kurikulum dan Metode Perkuliahan Program Studi Hubungan
tim-hi.jpg
Nama dan Asal Perguruan Tinggi Para Pengajar: Ahmad Khoirul

Kuliah Tamu Bersama Punjul Nugraha, S.I.P

  • PDF

 

Matakuliah Teknik Diplomasi mendatangkan Dosen tamu dari Kementerian Luar Negeri yaitu Bapak Punjul Nugraha, S.I.P (Assistant Deputy Director for Combating Transnational Organized Crime, Directorate of International Security and Disarmament, Ministry of Foreign Affairs Republic Indonesia).

Pada kesempatan tersebut Bapak Punjul Nugraha menjelaskan mengenai pentingnya negosiasi multilateral. Indonesia sebagai bagian dari entitas masyarakat Internasional tidak terlepas dari ketergantungan dengan negara lain dalam usahanya memenuhi dan mengamankan kepentingan nasionalnya. Dalam diplomasi multilateral adalah penting bagi sebuah negara untuk mendapatkan pengakuan dari negara-negara lain akan kepentingan yang hendak diraihnya, dalam hal ini sebisa mungkin negara menjajagi kerjasama yang luas atau menekan negara-negara lain yang kepentingannya bertentangan. Dalam kesempatan tersebut juga Bapak Punjul Nugraha menjelaskan bagaimana negosiasi yang dilakukan oleh negara-negara dalam skema Persatuan Bangsa Bangsa (Model United Nations).

 

Kuliah Tamu: Ekonomi Politik Internasional dari Seton Hall University, New Jersey

  • PDF

Matakuliah Ekonomi Politik Internasional yang diampu oleh Bapak Dr. Tatok D. Sudiarto M.I.B, mendapatkan kunjungan dari Lee Nave Jr., yang merupakan Mahasiswa Pasca Sarjana pada Seton Hall University. Lee Nave Jr., juga merupakan Co-Founder, Director of Operations & Development; Student Voice Graduate Assistant pada College Art & Sciences, Seton Hall University.

Pada kesempatan tersebut Lee Nave melakukan sharing session dengan mahasiswa Hubungan Internasional khususnya yang sedang mengambil matakuliah Ekonomi Politik Internasional. Lee menjelaskan pentingnya investasi yang dapat memberikan pengaruh serta stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Lee lebih banyak menjelaskan contoh kasus yang dilakukan oleh Amerika Serikat, bagaimana Amerika Serikat melakukan banyak investasi ekonomi baik dalam skala kecil maupun besar terhadap negara-negara diseluruh dunia. Namun investasi tersebut seringkali tidak membawa kepada harapan yang ingin dicapai, seringkali investasi berujung kepada conflict of interest.

 

 

Kunjungan Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional ke @America

  • PDF

 

Mahasiswa Hubungan Internasional berkesempatan bertemu langsung dengan U.S Ambassador to ASEAN, Ambassador Nina Hachigian. Pada kesempatan tersebut mahasiswa berkesempatan untuk bertanya secara langsung kepada Ambassador Nina Hachigian mengenai strategi Amerika Serikat dalam berinteraksi dengan ASEAN utamanya setelah diberlakukannya ASEAN Community 2015. Mahasiswa juga bertanya mengenai pandangan Amerika Serikat terhadap Indonesia pasca terpilihnya Presiden Republik Indonesia ke-7.

 

Kuliah Tamu Prodi HI Guerilla Diplomacy: Rethinking the Worlds Second Oldest Profession Prof. Daryl Copeland Rabu 27 November 2013

  • PDF

 

 

Sumber Foto: http://www.guerrilladiplomacy.com/

Kedutaan Besar Kanada untuk Republik Indonesia pada November 2013, menerima tamu kehormatan dari University of Ottawa’s Graduate School of Public and International Affairs Kanada. Prof. Daryl Copeland merupakan pengamat senior pada Institut Pertahanan dan Hubungan Internasional Kanada, beliau merupakan seorang analis, pendidik dan konsultan dengan spesialisasi hubungan sains, teknologi, diplomasi dan kebijakan internasional, dan banyak menghasilkan berbagai tulisan pada jurnal internasional. Salah satu karyanya yang perlu untuk di apresiasi adalah sebuah buku mengenai diplomasi yaitu Guerilla Diplomacy : Rethinking International Relations. Dalam kesempatan kunjungannya di Indonesia, Profesor Daryl Coplend mengunjungi Universitas Paramadina, khususnya Program Studi Hubungan Internasional dan memberikan kuliah singkat mengenai diplomasi dan kasus-kasu internasional yang pernah beliau tangani saat masih menjaba sebagai diplomat senior Kanada, kepada mahasiswa Hubungan Internasional.

Dalam perkuliahan tersebut Professor Daryl Copeland memberikan perkuliahan mengenai bagaimana diplomasi dilakukan dalam ranah diplomasi. Bahwa diplomasi tidak hanya cukup dilaksanakan dalam suatu skema G to G, namun harus meluas kepada banyak bidang. Dalam kesempatan itu juga diplomasi tidak cukup dilaksanakan dalam perundingan di atas meja, dalam forum atau pada suatu perjamuan, hal yang paling penting dalam melaksanakan diplomasi, menurutnya, adalah terletak pada kegigihan seorang diplomat dalam memperjuangkan kepentingan negaranya dalam segala bidang.

 

Page 4 of 21

Positive SSL