b-fa.jpg
Profil Program Studi Falsafah dan Agama Program Studi
ku_fa.jpg
Kurikulum dan Metode Perkuliahan Kurikulum disusun dengan
tim-fa.jpg
Nama dan Asal Perguruan Tinggi Para Pengajar: A.Luthfi

M. Subhi-Ibrahim, M. Hum

  • PDF

 

Nama: M. Subhi-Ibrahim, M. Hum

Program Studi : Falsafah dan Agama

Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Interest : Sosial-Keagamaan; tasawuf perkotaan (urban sufism); sejarah pemikiran (Filsafat) Islam dan Barat

Research

  • Peran dan Pengaruh Fatwa MUI di Indonesia (2009)
  • Integritas dalam Islam: Konsep dan Penerapannya (Studi Kasus Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdhadul Ulama/ LAZISNU dan LAZIS Muhammadiyyah/ LAZISMU di Indonesia) (2010)

Publications

Buku

  • ”Ali Shariati Sang Ideolog Revolusi Islam”, Jakarta: Dian Rakyat, 2012. ISBN: 978-979-078-430-7
  • ”Al-Farabi Sang Perintis Logika Islam”, Jakarta: Dian Rakyat, 2012. ISBN: 978-979-078-429-1
  • "30 Untaian Hikmah Ramadhan: Berantas Kemiskinan dan Kelaparan," Jakarta: Tim Koordinasi Kampanye Bangkit Indonesia dan PP. Pemuda Muhammadiyah, 2006 (co-author)
  • “Bayang-Bayang Fanatisme: Esai-Esai untuk Mengenang Nurcholish Madjid”, Jakarta: PSIK Universitas Paramadina, 2007. (co-author)
  • “Doa Anak Kecil”, Jakarta: Penerbit Republika, 2007. ISBN: 9789793210-5 (co-author)
  • ”Negara Kesejahteraan dan Globalisasi: Pengembangan Kebijakan dan Perbandingan Pengalaman,” Jakarta: PSIK Universitas Paramadina, 2008. ISBN: 978-979-16870-2-7 (co-author)
  • ”Korupsi Mengorupsi Indonesia: Sebab, Akibat, dan Prospek Pemberantasan”, Jakarta: Gramedia, 2009. ISBN: 978-979-22-5134-0 (co-author)
  • ”Mengenal Islam Jalan Tengah: Buku Daras Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi”, Jakarta: Dian Rakyat, 2012. ISBN: 978-979-078-414-7. (co-author)

Editor

Tim A’lam al-Hidayah, Teladan Abadi Imam Husain, Terj. Abdullah Beik, Jakarta: al-Huda, 2007. ISBN: 978-979-1193-10-8

Jurnal

  • "Basis Onto-Teologis Pengembangan Ekonomi Islam", Akses: Jurnal Ekonomi, Akuntansi dan Manajemen FE UHAMKA, Vol.6, No. 1, Mei 2004. ISSN: 1410-7325
  • "Bank Shariah: Sebuah Sketsa Tatanan Ekonomi Tauhid-I", Akses: Jurnal ekonomi, Akuntasi dan manajemen FE UHAMKA, vol. 7 no.1, Mei 2005. ISSN: 1410-7325
  • “Praktek Wefare State dalam Islam,” Akses: Jurnal Ekonomi, Akuntansi, dan Manajemen FE UHAMKA, Vol. 8. NO. 2 November 2006. ISSN: 1410-7325
  • “Epistemologi Sosio-Ekonomik dalam Dialektika Sosiologi Ali Shari’ati, Akses: Jurnal Ekonomi, Akuntansi, dan Manajemen FE UHAMKA, Vol. 9 NO. 1, Mei 2007. ISSN: 1410-7325
  • “Polaritas Masyarakat dalam Pemikiran Ali Syariati dan Imam Khomeini”, Al-Huda: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Islam, Vol.V, Nomor 13, 2007. ISSN: 1441-1944
  • “Politik Syiah: Antara Quetisme dan Mahdiisme”, Mumtaz: Jurnal Studi al-Quran dan Keislaman, Vol. 02 No.1 th. 2011 , Program Pascasarjana PTIQ Jakarta, ISSN:2087-8125

Majalah

  • “Ateisme dan Pengajaran Filsafat,”ta’dib, Edisi:17/Th.IV/Juni 2006. ISSN: 1693-4997
  • “Maulid Nabi: Lahirnya Pembela Perempuan,” Syi’ar, Edisi Rabiul Awal 1428 H/April 2007 M
  • ”Haji mambur dan Nilai Keuniversalitasannya”, Figur: Menilai Karena Ketauladanan, Edisi LV, November 2010

Koran

  • "Dosa Sosial", Republika, 17 Desember 2005
  • "Tebasan Pedang Waktu",  Republika, 26 Desember 2005
  • "Bom Palu dan Mitos Terorisme", Republika, 3 Januari 2006
  • "Insya Allah", Republika, 4 Januari 2006
  • "Alam Tak Bisa Disalahkan", Radar Banten, 7 Januari 2006
  • "Sinetron Religius dan Teologi Islam", Radar Banten, 17 Januari 2006
  • "Hidup Zuhud," Republika, 15 Februari 2006
  • "Kualitas Umur,"Republika, 16 Maret 2006
  • "Menghadirkan Allah," Republika, 1 Mei 2006
  • "Palestina dan Media Massa Zionis," Republika, 9 Mei 2006
  • "Akhir Sejarah dan Khomeinisme," Radar Banten, 16 Mei 2006
  • "Soeharto, Homo Orbaicus, dan Modal Sosial", Radar Banten, 30 Mei 2006
  • "Islam dan Mitos Terorisme", Radar Banten, 16 Juni 2006
  • "Baasyir dan Blunder Pemerintah", Republika, 19 Juni 2006
  • “Palestina dan Trinitarianisme Global,” Republika, 7 Juli 2006
  • “Menggeser Paradigma Gerakan Keagamaan,” Radar Banten, 10 Juli 2006
  • “Memahami “Kegilaan” Israel,” Radar Banten, 19 Juli 2006
  • “Tafsir Penundaan Eksekusi Tibo dkk,” Republika, 15 Agustus 2006
  • "Pedang Hukum dalam Kasus Tibo dkk," Radar Banten, 6 September 2006
  • "Jus In Bello Perang Melawan Terorisme," Republika, 13 September 2006
  • "Membaca Narasi 11 September,"Radar Banten, 13 September 2006
  • "Habibie, Prabowo, dan Kritisisme Historis," Republika, 2 Oktober 2006
  • "Syahwat Kekuasaan dan Cara Halal Jadi Gubernur," Radar Banten, 9 Oktober 2006
  • "Fungsi Kemiskinan dan Kampanye Stop Pemiskinan," Radar Banten, 18 Oktober 2006
  • “Alarm Peradaban dalam Kasus Poso,” Republika, 1 November 2006
  • “Kekerasan, Alarm Peradaban,” Radar Banten, 3 November 2006
  • "Tafsir Kritis Kunjungan Bush, Radar Banten, 15 November 2006
  • "Berhala Diri," Republika, 24 November 2006
  • "Poligami dan Keadilan Psikologis," Radar Banten, 9 Desember 2006
  • "Poligami Bukan Ajaran Dasar Islam," Koran Tempo, 9 Desember 2006
  • "Demitologi Holocaust,"Koran Sindo, 14 Desember 2006
  • “Memperluas Lingkaran Solidaritas,” Radar Banten, 6 Januari 2007
  • “Hijrah dan Masyarakat Beradab,” Radar Banten, 19 Januari 2007
  • “Konflik Sektarian dan Hegemoni Politik AS, Radar Banten, 27 Januari 2007
  • “Solusi Semu Konflik Timteng,” Koran Sindo, 3 Februari 2007
  • “Banjir, Dosa Sosial, dan Taubat Nasional,” Radar Banten, 12 Februari 2007
  • “Menggagas Asketisme Politik,” Radar Banten, 20 Februari 2007
  • “Iman dan Optimisme,” Republika, 12 Maret 2007
  • “Laptop dan Kemuakkan Kolektif, Radar Banten, 2 April 2007
  • “Memutus Tradisi Kekerasan IPDN,” Radar Banten, 14 April 2007
  • “ Reaktualisasi Emansipasi Wanita,” Radar Banten, 20 April 2007
  • “Reaktualisasi Emansipasi Wanita,” Radar Banten, 21 April 2007
  • “Rendah Hati,” Republika, 22 Mei 2007
  • “ Aletheia Amien Rais, Radar Banten, 28 Mei 2007
  • “Salman Rusydie dan Blunder Ratu Elizabeth II”, Radar Banten, 25 Juni 2007
  • “Keadilan Untuk Aliran Sesat,” Radar Banten, 1 November 2007
  • “Menyelami Altruisme Pahlawan,” Radar Banten, 12 November 2007
  • “Demokrasi H2C,”Radar Banten, 21 November 2007
  • “Demokrasi H2C,” Koran Sindo, November 2007
  • “Ecocide dan Nestapa Manusia Modern,”Radar Banten, 13 Desember 2007
  • “Menangkal Kesesatan,”Republika, 13 Desember 2007
  • “Hijrah, Kebebasan Beragama,  dan Rumah Budaya,”Radar Banten, 9 Januari 2008
  • “Agama dan Wacana Keadilan,” Sindo, 18 Januari 2008
  • “Mengopa Doa Tertolak?” Republika, 24 Januari 2008
  • “Sulitnya Mendefinisikan Pak Harto,” Radar Banten, 30 Januari 2008
  • ”Islam, Sains, dan Angka Arab,” Radar Banten, 21 Februari 2008
  • ”Agen Sejarah Islamisasi,” Radar Banten, 25 Februari 2008
  • ”Memahami Kembali Nabi Muhammad”, Radar Banten, 26 November 2008
  • ”Nabi Muhammad di Mata Muslim dan Barat”, Republika, 3 Desember 2008
  • ”Bangga Diri”, Republika, 7 Januari 2009
Buletin
  • "Mazhab Gerak: Sebuah Refleksi-Alternatif", Buletin Ekspresi, no.4 Oktober, 1999.
  • "Muhammad-kan Kami: Refleksi atas Maulid al-Musthafa", Buletin al-Huda, Edisi 164, tahun 2005.
  • "Meng-insan-kan Diri", Buletin al-Huda, Edisi 172, Tahun 2005
  • ”Meng-ibrahim-kan Diri”, Buletin al-Shahifah, Edisi jumat  19 Desember  2008
  • ”Tahun Baru dan Krisis Global Peradaban Kontemporer”, Buletin al-Shahifah, Edisi Jumat, 7 Januari 2011

 

Mahdiisme Hembuskan Optimisme Bangsa

  • PDF

Mahdiisme Hembuskan Optimisme Bangsa

Jakarta, Pelita
Pemberitaan jelek tentang kondisi bangsa dan negara di media massa sangat kuat sejak beberapa tahun terakhir, seperti masalah korupsi, pengelolaan negara buruk, mafia pajak, rekening gendut kepolisiaan dan sejumlah kasus lainnya membuat masyarakat pesimis melihat kondisi sekarang ini. Meski demikian, masayarakat jangan terjebak pada pesimisme karena di masa depan pasti ada kebaikan.


Hal itu dikatakan Ketua Jurusan Falsafah dan Agama universitas Paramadina M. Subhi Ibrahim dalam seminar internasional dengan tema, “Mahdiisme, Keindonesiaan dan Persatuan Bangsa,” di Auditorium universitas Paramadina, Senin (09/07)

Salah satu tujuan seminar internasional ini, menurut Subhi selaku Ketua Jurusan Falsafah dan Agama, untuk memberi semangat optimisme tentang masa depan yang lebih baik. Ada harapan besar kondisi masyarakat dan bangsa akan lebih baik ke depan. “Pemberiataan media cederung pesimis. Kita berusaha mencari konsep dalam Islam untuk menebar optimisme. Masa depan kita sebenarnya baik,” kata Subhi kepada Pelita selesai seminar.

Konsep Mahdiisme dikenal dalam berbagai agama, tidak hanya dalam tradisi Islam. Akan ada ratu adil, imam Mahdi dan konsep sejenis untuk memperbaiki keadaan yang sudah terpuruk guna menyelamatkan masyarakat dan bangsa. “Konsep ini tidak hanya dikenal dalam Islam, tapi juga dalam agama lain,” ucapnya

Bagi Subhi, juru selamat itu harus direkayasa melalui upaya, karya, dan karsa untuk memperbaiki kondisi masyarakat. Masing-masing orang harus menjadi duta kebaikan. Juru keselamatan dan kebaikan akan datang jika sistem dan infrastruktur sudah dibuat. “Juru selamat itu bersifat aktif dengan melakukan upaya, karya dan karsa untuk memperbaiki masyarakat. Imam Mahdi atau ratu adil tidak akan datang klo tidak ada infrastruktur yang dibuat,” ucapnya

Hal serupa juga diungkapkan cendikiawan muslim Haidar Bagir. Bagi Haidar, Mahdiisme lebih merupakan konsep tentang kebaikan yang bisa diupayakan secara kreatif oleh setiap orang guna mewujudkan tatanan sosial yang lebih baik. “Mahdiisme itu adalah konsep tentang kebaikan,” tegasnya

Acara tersebut terselenggara hasil kerja sama antara Jurusan Falsafah dan Agama universitas Paramadina dengan Ahlul Bait Indonesia (ABI). Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh perwakilan dari Iran dan beberapa negara lain. (cr-15)



Dikutip dari: http://www.pelitaonline.com/read-cetak/24909/mahdiisme-hembuskan-optimisme-bangsa/

 

Gegar Identitas dan Menjadi Sarjana Muslim

  • PDF

Gegar Identitas dan menjadi Sarjana Muslim

Seorang intelektual muslimpun bisa galau ketika ilmu pengetahuan dan identitas agama bertemu. Mereka sangat menguasai wilayahnya, profesinya, nomenklaturnya, tapi tergagap ketika harus menyandingkan dengan Islam. Dipikirnya Ilmiah tidak Islam dan Islam tidak Ilmiah. Maka terjadilah kebingungan identitas antara menjadi muslim sekaligus ilmuan. Hal ini lah apa yang disebut sebagai "Bending the Scientific. Bending the Islam.  A Trouble Identity". Menjadi seorang  muslim akan terpecah identitasnya ketika bersanding identitasnya sebagai ilmuan.  Bagaimana sebenarnya pertemuan antara Islam dan ilmu pengetahuan itu sendiri?

Program Studi Falsafah dan Agama mencoba mendiskusikan berbagai uraian diatas dengan tema : "Gegar Identitas dan Menjadi Sarjana Muslim, pembicara : Dewi Candraningrum, Ph.D (Ahli Antropologi Budaya) dan Fuad Mahbub Siraj, Ph.D (Ahli pemikir Islam) pada tanggal : 7 Maret 2012, pukul : 15.00-17.30, Ruang B1-1 Universitas Paramadina.

Diskusi ini ,merupakan refleksi atas terbitnya buku yaitu : Narrative of Sustainable Development :Industriew Meeting Socio-Ecological Responsibilities and Integrating Islam and Knowledge : Social Science and Technology.

 

Contemporary Challenges for Islamic and Western Philosophies

  • PDF

Contemporary Challenges for Islamic and Western Philosophies

Program Studi Falsafah dan Agama Universitas Paramadina bekerjasama dengan kedutaan Iran dan ISIP (International Society for Islamic Philosophy) menyelenggarakan Round Table Discussion dengan tema : "Contemporary Challenges for Islamic and Western Philosophies", pembicara : Prof. Dr. Gholamreza Aavani (Presiden ISIP), waktu : Jum'at, 9 Maret 2012, pukul : 13.30-17.30,  Ruang : Granada, Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto Kav.97 Mampang Jakarta-Selatan.

Mentalitas rasional, kultural ilmiah dan etos keilmuan para sarjana muslim secara menyeluruh dan memadukan sains dan filsafat dalam konteks peradaban Islam, bermuara pada optimisme akan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan pada masa depan yang searah dan kongruen dengan paradigma dan pandangan dunia Islam.   Ditengah kecemasan sejumlah saintis kontemporer terhadap masa depan sains yang mereka anggap tidak lagi menyisakan celah eksploratif bagi kemunculan temuan dan terobosan saintifik yang besar seperti kerisauan seorang Richard Dawkins terhadap keberakhiran kisah biologi evolusioner.

Falsafah dan Etos Kerja : Refleksi Atas Budaya Kerja H.M Jusuf Kalla

  • PDF

"Kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas," demikian ungkap Deputi Rektor Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Kemahasiswaan, Wijayanto, MPP, menyimpulkan bagaimana etos kerja Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam diskusi Falsafah dan Etos Kerja : Refleksi atas Budaya  Kerja Jusuf Kalla pada hari Jum'at, 27 Januari 2012 di ruang B1-1 yang diselenggarakan oleh Program Studi Falsafah dan Agama Universitas Paramadina.

Pada kesempatan yang sama , Dr. Herdi Shahrasad, Dosen Pasca Sarjana Universitas Paramadina sekaligus penulis buku Kallanomics memaparkan pula bahwa, kita sebagai bangsa beruntung memiliki JK sebab banyak hal positif yang telah dilakukannya untuk negeri ini.  Sedangkan Mohammad Subhi, M.Hum, Ketua Program Studi Falsafah dan Agama menjelaskan bahwa,

JK memiliki visi luhur  dalam aktivitas politiknya. dalam buku Hanya Dengan Kerja Keras, JK berkata, " Saya tidak ingin Indonesia menjadi sebuah negara industri yang menelantarkan anak-anaknya sendiri akibat sistem ekonomi yang pilih kasih. Sistem ekonomi Indonesia masa depan, bagi saya, harus memiliki jalur  retribusi kesejahteraan yang sanggup menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Ini penting untuk menghentikan cara berpikir negatif yang meluas di masyarakat bahwa orang kaya itu jahat karena menyebabkan orang lain menjadi lebih miskin." (MSB)

Membongkar Kontrol Tatapan : Viktimisasi dan Kerentanan Struktural

  • PDF

Jakarta, Kompas (12/1/2012)- Media Massa diminta untuk berlaku adil dalam memberitakan kasus-kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Langkah itu diperlukan agar media massa tidak ikut menambah tekanan kepada kaum perempuan yang kerap menjadi korban sekaligus mendukung kesetaraan gender.

Harapan itu disampaikan aktivis perempuan Dr. Phil Dewi Candraningrum dalam diskusi "Membongkar Kontrol Tatapan : Viktimisasi dan Kerentanan Struktural di Universitas Paramadina, Jakarta, 11 Januari 2012.

Menurut Dewi Candraningrum, budaya di Indonesia saat ini masih cenderung menyudutkan perempuan. Masyarakat masih menganggap kekerasan seksual  sebagai sesuatu yang lumrah. Perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual seperti diperkosa , justru kerap kali disalahkan, terutama akibat dianggap mengenakan pakaian yang mengundang hasrat laki-laki.

Kondisi ini semakin parah karena perilaku birokrasi pemerintah juga masih sangat bias gender. Saat bersamaan, sebagian media masih memberitakan kekerasan seksual dengan cara yang bias.

Mungkin kondisi ini dipengaruhi adanya anggapan bahwa pemberitaan vulgar semacam itu mempunyai pasar  yang baik.

"Tanpa mendapat  perlindungan, perempuan akhirnya justru semakin tertekan. Perempuan yang sudah  menjadi korban kekerasan seksual terbebani secara psikologis dan bisa membuat mereka bunuh diri, atau bahkan gila , '' katanya.

Kemarin, Wakil Ketua Komisi Nasional Antikekerasan terhadap perempuan Masruchah dalam  diskusi : "Etika  Perlindungan Privasi dalam Peliputan Kejahatan Seksual" di kantor Komnas Perempuan Jakarta mengatakan kekerasan seksual adalah isu rumit dari seluruh peta kekerasan terhadap perempuan.

Komnas Perempuan mencatat dalam waktu 13 tahun terakhir, kasus kekerasan seksual berjumlah hampir seperempat dari seluruh total kasus kekerasan atau 93.960 kasus dari seluruh kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan 400.939 kasus artinya, setiap hari 20 perempuan menjadi korban kekerasan seksual.

 

Page 3 of 7

Positive SSL