b-hi.jpg
Profil Prodi HI Studi Hubungan Internasional (HI) adalah
foto_parmad.jpg
  Kurikulum dan Metode Perkuliahan Program Studi Hubungan
tim-hi.jpg
Nama dan Asal Perguruan Tinggi Para Pengajar: Ahmad Khoirul

Short Diplomatic Course “ASEAN Regional Forum Intersession Meeting on Counter Terrorism and Trans-National Crime”

  • PDF

Program Studi Hubungan Internasional menyelenggarakan Short Diplomatic Course yang merupakan program tahunan untuk mahasiswa yang telah menempuh matakuliah Praktik Diplomasi yang merupakan rangkaian dari perkuliahan diplomasi. Terdapat 77 peserta dari 3 kelas Praktik Diplomasi yang mengikuti rangkaian acara dan dibantu oleh 22 tim Protocoler yang teridir dari Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Paramadina. Para mahasiswa yang terbagi menjadi delgasi dari 27 negara Asia Tenggara dan Mitra dalam ASEAN Regional Forum dilatih oleh dosen-dosen pengampu matakuliah Diplomasi Program Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina yaitu Bapak Duta Besar Djafar H.S, Ibu Grace Hutasoit M.I.R, Bapak M. Raga Saputra Pohan, M.Si.

Pelaksanaan Short Diplomatic Course pada hari Jum'at-Sabtu 29 dan 30 Mei 2015, bertempat di Paramadina Graduate School Universitas Paramadina

Cendekiawan Hubungan Internasional meyakini sistem internasional adalah anarkis, kondisi ini digambarkan sebagai suatu bentuk penguasaan negara kuat atas negara lemah. Situasi ini menyebabkan tidak adanya sikap saling percaya antar negara, sehingga negara akan selalu berusaha untuk memperkuat dirinya, utamanya demi mencapai kepentingan nasionalnya. Untuk mengatasi sikap saling curiga tersebut negara-negara di dunia mengembangkan suatu bentuk komunikasi yaitu dibentuknya Korps Diplomatik. Para diplomat yang tergabung dalam suatu Korps Diplomatik bertugas untuk menyampaikan kepentingan negaranya kepada negara tempat dia ditugaskan, hal ini kemudian dikenal dengan bentuk Diplomasi.

Dalam perkembangannya isu pembicaraan dalam Diplomasi tidak hanya sebatas menyampaikan kepentingan negara atas negara lain dalam bentuk usaha negara mencapai kuasa atas negara lain, namun juga membahas hal-hal yang menjadi permasalahan bersama menyangkut stabilitas dalam sistem internasional. salah satu hal yang saat ini menjadi pembahasan banyak negara adalah merebaknya kasus-kasus terorisme pasca kejadian runtuhnya Menara WTC di AS akibat serangan Kelompok Teroris Al Qaeda. Kelompok Iraq Syria Islamic State (ISIS) merupakan salah satu kelompok radikal islam yang di berikan stempel sebagai kelompok teroris paling berbahaya saat ini. Dalam perkembangan kelompok-kelompok radikal yang diidentifikasi sebagai kelompok teoris berkembang juga kelompok yang dimasukkan sebagai suatu bentuk kejahatan lintas negara (Trans National Crime). Apakah perkembangan keduanya berjalan seiring atau tidak belum dapat dipastikan keterkaitannya. Ditemukannya ladang Heroin di Afghanistan yang dikelola oleh kelompok Taliban dalam membiayai operasinya di Afghanistan disinyalir merupakan suatu kejahatan terorganisir yang masuk dalam kategori lintas batas negara yang dikaitkan penyebaran dalam penjualan heroin diseluruh dunia. Pada akhirnya Terorisme dan Kejahatan Lintas Batas Negara menyebabkan maraknya bentuk kejahatan lain yaitu kejahatan terhadap perdagangan manusia (Human Traficking).

Dalam Praktik Diplomasi yang akan diselenggarakan mengangkat peran serta negara-negara ASEAN dan Mitranya yang tergabung di dalam ASEAN Regional Forum (ARF) dalam menggulangi Terorisme dan Kejahatan Lintas Batas Negara. Hal ini mengingat negara-negara ASEAN merupakan bagian dari pergerakan kegiatan terror dan terorisme internasional dan sekaligus merasakan dampaknya.

 

Foto Kegiatan Short Diplomatic Course

Situasi Persidangan Hari-1

Suasana Short Diplomatic Course Hari-2

Protocoler Team of Short Diplomatic Course, 29-30 May 2015

Suasana Table Manner pada Short Diplomatic Course Hari-1

 

 

 

 

Positive SSL