b-fa.jpg
Profil Program Studi Falsafah dan Agama Program Studi
ku_fa.jpg
Kurikulum dan Metode Perkuliahan Kurikulum disusun dengan
tim-fa.jpg
Nama dan Asal Perguruan Tinggi Para Pengajar: A.Luthfi

Sekolah Filsafat Politik Barat

  • PDF

Reporter: Ismail Alam

Hiruk-pikuk Pemilihan Umum (Pemilu) 9 April baru berlalu, dan beberapa bulan ke depan akan digantikan oleh bentuk hiruk-pikuk yang tak kalah seru, yakni Pemilihan Presiden tanggal 9 Juli 2014. Karena terus-menerus larut dalam politik harian yang disajikan segala rupa media, masyarakat melupakan sisi yang lebih luhur, dalam, dan utama dalam politik, yakni filsafat. Hilangnya filsafat politik dari nalar para politisi kita telah menunjukkan betapa politik harian tak lebih dari sekedar kampanye berpanggung dangdut, serangan fajar, dan caleg yang jatuh sakit jiwanya karena gagal terpilih.

Untuk menjaga nalar politik mahasiswa dari pencemaran politik harian yang dangkal itu, Himpunan Mahasiswa Falsafah dan Agama (HIMAFA) Universitas Paramadina mengadakan Sekolah Filsafat Politik Barat selama 7 pertemuan, dengan Sunaryo M.Hum. (dosen dan kandidat doktor STF Driyarkara) sebagai pengampunya. Pada pertemuan pertama di ruang Granada, Rabu (16/4) lalu, pengampu memberikan pengantar berupa asumsi-asumsi dasar dalam filsafat politik, serta konsep-konsep kunci para tokoh dalam rentang 4 abad, dari Thomas Hobbes sampai Amartya Sen. Dari para tokoh tersebut, kita akan mengetahui dinamika di seputar gagasan-gagasan mendasar dari penyelenggaraan politik di tengah masyarakat, seperti keadilan, kebebasan, kedaulatan, dan sebagainya.

Meskipun menggunakan kata “sekolah”, acara ini lebih mengedepankan diskusi yang bebas, dengan merujuk pada sumber-sumber bacaan yang disediakan. Peserta sekolah ini adalah mahasiswa berlatar belakang pendidikan falsafah dan hubungan internasional.

 

Positive SSL